Jumat, 11 Februari 2011
I HATE VALENTINE
V-day atau valentine day adalah hari yang dianggap sebagian orang sebagai hari kasih sayang. Tapi sebenarnya V-day memiliki sejarah yang rancu, dan moment ini adalah moment kristenisasi. Diakui atau tidak budaya ini tidak pernah ada dalam budaya Indonesia sebelum tahun 1990-an.
Pada kenyataannya V-day itu adalah upacara kaum paganis atau penyembah berhala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Tadi saya mengatakan bahwa V-day adalah upaya kristenisasi, ini bukan saya yang menuduhkan V-day sebagai upaya kristenisasi, coba kita lihat kutipan berikut yang bersumber dari wikipedia.
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
- seorang pastur di Roma
- seorang uskup Interamna (modern Terni)
- seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Nah, dari uraian tersebut jelaslah bahwa sebenarnya V-day adalah hari besar tahunan kristen termasuk natal, tahun baru dan V-day.
Buat apa sih kita ngerayain tahun baru dan valentine? apa juga untungnya?
Selalu pertanyaan itu yang muncul di otak saya, sampai hari ini saya belum menemukan sisi positif dari perayaan ini, yang ada malah menghambur-hamburkan uang dan tenaga saja selain itu, pada perayaan valentine seringkali terjadi kemaksiatan.
Dua hari yang lalu saya membaca majalah MPA (Mimbar Pembangunan Agama), disana tertulis bahwa sebagian masyarakat eropa menganggap bahwa pada perayaan V-day adalah moment yang tepat untuk melepaskan keperawanan mereka. Naudzubillah...
Pada saat seperti itu tentunya hubungan intim yang terjadi adalah tanpa ikatan pernikahan, bagaimana mau nikah orang kebanyakan pelakunya adalah usia 17. Bahkan mungkin munculnya pemahaman mereka yang tidak mau terikah hubungan pernikahan dan memiliki anak adalah akibat dari perayaan V-day yang luar biasa ini.
Satu lagi, dalam ajaran Islam yang maha sempurna ini, kalau kita sudah mengucapkan kalimat syahadat maka
HARAM hukumnya merayakan hari besar orang nasrani, hari besar yang sangat tidak beralasan dan memiliki sejarah yang tidak jelas.
Beberapa hari lagi adalah saat dimana perayaan valentine di rayakan. Saya yakin banyak yang ikut merayakan sesuatu yang useless ini, bertobatlah, hindarilah sebelum adzab Allah menimpa kita semua. Dan tahun demi tahun saya selalu berdo'a kepada Allah untuk selalu dapat membenci V-day.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- visicomtech
- Semuanya berawal dari ketidakmampuan, kegagalan adalah media belajar paling canggih
Labels
- Dienul Islam (5)
- LINUX (5)
- Perempuan (1)
- Tarbiyah (3)
Blog Archive
Blogroll
Diberdayakan oleh Blogger.


0 komentar:
Posting Komentar